Sel. Jun 2nd, 2020

Ngopi88.com

Rangkuman Trending Topik Indonesia Terbaru

Apakah Jahe Merah Dapat Melindungi Anda Dari Covid-19?

3 min read

Coronavirus adalah sekelompok virus yang ditemukan di banyak spesies, termasuk unta, sapi, dan kelelawar. Strain baru dari virus ini, yang dikenal sebagai COVID-19 adalah penyebab merebaknya penyakit pernapasan. Sistem kekebalan Anda adalah perlindungan yang kuat terhadap pengganggu. Dengan meningkatkan aktivitas kekebalan, Anda memperkuat garis pertahanan ini.

Meskipun tidak dapat menjamin bahwa Anda tidak akan terserang penyakit, yang bisa Anda lakukan adalah makan makanan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.  Kekebalan yang kuat akan membantu tubuh melawan kuman dan virus yang menyerang sel-sel tubuh manusia. Sistem kekebalan yang kuat akan meminimalkan atau menghilangkan kemungkinan virus masuk ke sel kita.

Jahe adalah antioksidan kuat dan secara alami membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membunuh virus flu, dan mendetoksifikasi sistem dengan merilekskan saluran usus.

Seperti dikutip dari laman planmedicine.org, Jahe telah memiliki aktivitas antivirus yang mengesankan berkat konsentrasi tinggi dari senyawa tanaman. Test-tube research menunjukkan bahwa ekstrak jahe memiliki efek antivirus terhadap avian influenza, RSV, dan feline calicivirus (FCV), yang sebanding dengan norovirus manusia. Selain itu, senyawa spesifik dalam jahe, seperti gingerol dan zingerone, telah ditemukan untuk menghambat replikasi virus dan mencegah virus memasuki sel inang.

Berikut ini beberapa penelitian tentang jahe dalam melawan virus;

Jahe melawan influenza A
Para peneliti dari Universitas Kedokteran dan Farmasi Toyama Jepang menguji jahe terhadap strain influenza A di laboratorium. Mereka menemukan bahwa ekstrak jahe merangsang produksi ekspresi TNF-alpha oleh sistem kekebalan tubuh. Ini menjadi sarana bagi jahe untuk menghambat replikasi virus.

Para peneliti dari Institut Ilmu Kedokteran Mahatma Gandhi India juga mempelajari jahe bersama dengan senyawa alami lainnya untuk menghambat influenza H1N1 A. Mereka menemukan kandungan allicin jahe membantu menghambat virus dengan berinteraksi dengan kapasitas pengikatannya.

Jahe versus pilek biasa
Para peneliti dari Laboratorium Penelitian Wellcome Inggris menguji akar jahe terhadap rhinovirus (virus flu biasa) di laboratorium. Mereka menemukan ekstrak jahe menghambat rhinovirus. Komponen antivirus yang paling aktif dari ekstrak jahe menurut para peneliti adalah sesquiterpen.

Jahe versus herpes
Para peneliti dari Universitas Heidelberg di Jerman mempelajari minyak esensial dari berbagai herbal untuk melawan virus herpes simpleks tipe 2. Selain jahe, ini termasuk adas manis, hisop, thyme, chamomile dan cendana. Para peneliti menemukan bahwa minyak atsiri jahe secara signifikan menghambat replikasi virus HSV-2 dalam sel RC-37. Para peneliti menemukan bahwa pembentukan plak dihentikan oleh 90 persen oleh minyak esensial jahe dan minyak thyme.

Para peneliti menguji efek penghambatan ini pada berbagai tahap infeksi, dan menyimpulkan bahwa minyak atsiri jahe entah bagaimana berinteraksi dengan selubung virus.

Untuk melindungi sistem kekebalan tubuh Anda terhadap virus seperti COVID-19, ada beberapa pemicu kekebalan tubuh yang harus Anda jaga.
1. Hindari menjaga tubuh Anda dalam kondisi peradangan yang dapat melemahkan aktivitas kekebalan tubuh secara keseluruhan, terutama ketika Anda membutuhkannya untuk menjadi lebih kuat. Jauhi makanan radang seperti makanan olahan, susu, gula putih, lemak trans, dan daging ternak.

2. Hindari tidur yang kurang atau tidur yang terganggu. Tidur yang buruk adalah salah satu dari stresor kekebalan yang paling kritis, melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda keesokan harinya. Jadikan tidur lebih awal dan tidur semalaman tidak bisa dinegosiasikan.

3. Hindari stres kronis. Stres kronis meningkatkan kortisol, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat Anda rentan terhadap virus.

4. Hindari penggunaan sanitiser tangan yang berlebihan. Walaupun umum untuk mempersenjatai diri sendiri dan anak-anak Anda dengan sebotol sanitiser tangan kecil itu, ingatlah bahwa mereka yang memiliki triclosan dapat mengganggu hormon dan menekan kekebalan tubuh. Tetap bersihkan tangan Anda dengan sabun dan air.

5. Hindari kurangnya gerakan dan olahraga. Kurangnya gerakan membuat sistem limfatik Anda, yang merupakan sistem pembuangan limbah dari sistem kekebalan tubuh Anda, lengket dan beracun, menempatkan Anda pada risiko serangan virus. Jaga tubuh Anda bergerak dengan olahraga, yang juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

6. Hindari sering menyentuh hidung, mulut, dan wajah Anda. Karena masuknya virus melalui area ini, menyentuh wajah Anda sering membuat Anda lebih rentan untuk menularkan kuman.

7. Hindari ruang yang penuh sesak dan tertutup. Tinggal jauh dari pertemuan sosial dalam ruang tertutup, disarankan, mengingat kuman berkembang biak dan menyebar dalam ruang tertutup. Cobalah untuk tetap berada di ruang yang berventilasi baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *