Cegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Semanggi

Pernahkan Anda mendengar sayuran bernama semanggi? Sayuran yang berasal dari tanaman liar ini sudah akrab bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya Indramayu. Tanaman ini punya khasiat luar biasa mengandung bahan aktif fitoestrogen yang sangat bermanfaat memperkuat tulang serta mencegah keropos tulang atau osteoporosis sejak dini. Fitoestrogen, kandungan dengan komposisi kimia mirip hormon estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Tanaman liar yang punya nama ilmiah Marsilea Crenata ini termasuk kelompok paku-pakuan atau pakis-pakisan (Pteridophyta), tepatnya paku air. Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena susunan daunnya menyerupai payung, tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Tumbuhnya mengambang di permukaan air.

Mengonsumsi semanggi secara rutin, membantu menambah nutrisi sehingga meningkatkan kepadatan tulang akibat dari kandungan fitoestrogennya yang tinggi. Dengan kata lain, semanggi lebih ampuh digunakan sebagai pencegah serangan osteoporosis.

Kandungan karbohidrat dan isoflavon pada daun semanggi air baik untuk kesehatan. Selain sebagai sumber gizi, bahan pangan ini juga diduga memiliki kandungan metabolit sekunder yang berguna bagi kesehatan. Kandungan gizi yang terdapat dalam semanggi air belum banyak diketahui informasinya, karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam semanggi air.

Penelitian Samidha Kamtekar, Vrushali Keer, Vijaya Patil, dari MET Institute of Pharmacy, Bhujbal Knowledge Center Mumbai Maharashtra, India, menyebutkan flavonoid bagi manusia telah banyak memberi manfaat di bidang kesehatan, yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker.

Belum lama ini ekstrak etanol daun semanggi telah diuji melalui teknik radio immuno assay (RIA). Berdasarkan uji tersebut ekstrak etanol daun semanggi terdeteksi mengandung senyawa serupa estradiol dalam kadar cukup tinggi. Estradiol merupakan senyawa yang digunakan dalam terapi sulih hormon pada perempuan pascamenopause, yang kadar esterogen dalam tubuhnya menurun. Di samping itu juga digunakan dalam pil kontrasepsi hormonal (Laswati, 2007).

Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi, karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. Kemampuan ini perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan, terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat.

Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat pengecilan hati dengan busung (Liver cirrhosis dan ascites), batu empedu, infeksi saluran kencing, batuk dan sesak nafas, sariawan, radang tenggorok, infeksi amandel, infeksi telinga tengah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *