Ming. Mar 29th, 2020

Ngopi88.com

Rangkuman Trending Topik Indonesia Terbaru

Dada Kiri Sakit? Serangan Jantung atau GERD?

2 min read

Serangan jantung menimbulkan ketakutan pada kita semua karena serangan jantung menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbanyak di Dunia.

Tanda-Tanda Serangan Jantung 
Gejala serangan jantung biasanya penderita mengalami nyeri dada yang amat sangat. Penderita juga sering mengalami mual, muntah, dan berkeringat. Gejala-gejala ini dapat disertai dengan pusing, pingsan dan sesak napas. Gejala-gejala ini akan berlangsung lebih dari beberapa menit, tetapi bisa menghilang.

Serangan jantung terjadi ketika arteri utama atau arteri di jantung Anda tidak bisa mendapatkan aliran darah yang cukup, yang membuat area jantung Anda tidak menerima cukup darah dan oksigen. Tanda-tanda dan gejala serangan jantung dapat sedikit berbeda dari orang ke orang, terutama pada wanita dan penderita diabetes.

  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan
  • Nyeri di bahu, lengan, punggung, gigi, atau rahang
  • Mual, muntah, berkeringat
  • Pusing, sesak napas, pingsan
  • “Gangguan pencernaan” yang berkepanjangan
  • Serangan jantung tidak menyebabkan kembung atau sendawa, tetapi ini bisa terjadi dengan mulas.

Sakit maag dianggap sebagai gejala umum penyakit refluks gastroesofageal (GERD), yang sering disebut sebagai refluks asam. Gejala khas mulas dapat termasuk sensasi terbakar di perut bagian atas dan dada, yang bisa membuat orang panik lantaran mirip dengan serangan jantung.

Bagaimana membedakan antara gerd dan serangan jantung?

Meskipun sulit untuk membedakan antara serangan jantung dan GERD, ada beberapa cara untuk mengetahuinya.  Nyeri di perut adalah gejala paling umum dari penyakit refluks asam lambung dan disebut sebagai “jantung terbakar.” Nyeri ini adalah hasil dari saraf perangsang asam di esofagus bagian bawah. Penting, tentu saja, untuk memastikan bahwa rasa sakit itu bukan sakit jantung. Nyeri jantung seringkali akibat dari olahraga atau gangguan emosi; Sedangkan gerd paling umum terjadi setelah makan atau ketika berbaring, terutama pada malam hari setelah makan besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *