Dilema Daun Kratom Antara Manfaat dan Legalitas

membuat teh daun kratomKratom sudah lama dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia untuk mengobati segala penyakit, mulai dari kecanduan opioid, penghilang rasa sakit, hingga mengatasi kecemasan.

Tanaman dengan nama latin Mitragyna speciosa ini memiliki beberapa nama lain seperti Daun Biak, Kakuam, Ithang, Thom (Thailand), Biak-Biak (Malaysia) dan Mambog (Filipina).

Tanaman ini berwarna hijau sepanjang saat dan memiliki tinggi 15-25 m, di mana bagian luar batangnya berwarna abu-abu dengan tekstur yang cukup halus. Daunnya berwarna hijau gelap, mengkilap dengan panjang sekitar 17-20 cm. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara terutama di Thailand, Malaysia, Indonesia, Myanmar dan Papua Nugini.

Karena khasiatnya, tanaman yang banyak ditemui di daerah pedalaman Kalimantan itu semakin banyak digandrungi orang. Mulai dari untuk konsumsi pribadi hingga bisnis ekspor ke seluruh dunia.

Daun Kratom dikonsumsi dengan cara diseduh sebagai minuman teh atau dalam bentuk kapsul. Kratom memiliki banyak khasiat mulai dari membantu rileks, mengobati insomnia, hingga kecanduan narkoba.

Bagaimana kratom memengaruhi otak?
Kratom dapat menyebabkan efek yang mirip dengan opioid dan stimulan. Dua senyawa dalam daun kratom, mitragynine dan 7-α-hydroxymitragynine , berinteraksi dengan reseptor opioid di otak, menghasilkan sedasi, kesenangan, dan mengurangi rasa sakit, terutama ketika pengguna mengonsumsi sejumlah besar tanaman. Mitragynine juga berinteraksi dengan sistem reseptor lain di otak untuk menghasilkan efek stimulan. Ketika kratom diambil dalam jumlah kecil, pengguna melaporkan peningkatan energi, kemampuan bersosialisasi, dan kewaspadaan alih-alih sedasi. Namun, kratom juga dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman dan terkadang berbahaya.

Legalitas Kratom

Perlu diketahui bahwa per tahun 2014 menurut data beberapa negara ada yang sudah menetapkan status ilegal berdasarkan UU Narkotika untuk penggunaan Daun Kratom seperti Malaysia, Myanmar, Thailand, Rumania, Rusia dan Korea Selatan.

Sementara itu ada juga beberapa beberapa negara yang menetapkan sebagai komoditi terkontrol seperti Jerman, Finlandia, Denmark, Swedia. Dan negara yang melegalkan misalnya Amerika Serikat karena produk yang mengandung Daun Kratom dijual bebas sebagi minuman dalam kemasan.

Di Indonesia, status legalitas Daun Kratom ini sendiri belum jelas. Meski sudah digolongkan sebagai New Psychoactive Substance / NPS oleh BNN (Badan Nasional Narkotika), baik Daun Kratom maupun senyawa Mitragynine belum diatur dalam UU Narkotika No. 35 tahun 2009 dan Perubahannya. Selain itu belum ada produk obat maupun pangan olahan yang disetujui oleh BPOM yang mengandung Daun Kratom. Bisa jadi ini disebabkan karena penelitian dan bukti ilmiah mengenai efek farmakologi, toksikologi, neuropsikologi dan perilaku belum memadai.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *