Ming. Mar 29th, 2020

Ngopi88.com

Rangkuman Trending Topik Indonesia Terbaru

Fakta Tentang Hantavirus?

2 min read

Hantavirus adalah virus yang dibawa oleh hewan pengerat yang menyebabkan penyakit klinis pada manusia dengan berbagai tingkat keparahan. Hantavirus pertama kali dilaporkan di AS pada tahun 1993. Manusia terjangkit hantavirus dari tikus, biasanya melalui kontak dengan kotoran tikus yang terinfeksi atau air liur tikus yang terinfeksi.

Faktor risiko
Siapa pun yang  sering berhubungan dengan hewan pengerat seperti tikus memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit ini.

Gejala Hantavirus biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah kontraksi, tetapi dapat muncul hingga delapan minggu setelah terpapar tikus yang terinfeksi atau urin, saliva atau kotorannya. Gejalanya meliputi demam, kedinginan, sakit kepala, dan sakit parah di kaki dan punggung.

Untuk melindungi diri dari hantavirus:

  • Jauhkan tikus dan hewan pengerat lainnya dari area tempat tinggal rumah Anda.
  • Semprotkan debu, kotoran dan kotoran hewan pengerat, dan tikus mati dengan campuran pemutih dan air (1 ½ gelas pemutih rumah tangga untuk satu galon air) atau desinfektan lainnya. Biarkan campuran menjadi basah selama setidaknya 10 menit sebelum dibersihkan.
  • Pakailah sarung tangan karet, lateks atau vinil dan masker debu saat membersihkan area yang terkena tikus. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah membersihkan area yang terkena tikus.
  • Jangan pernah menyedot debu atau menyapu area di mana ada bukti kutu binatang pengerat. Bersihkan puing-puing saat basah.
  • Buang tumpukan kayu, sampah, dan sikat di dekat rumah Anda. Jaga agar vegetasi di sekitar rumah terpangkas dengan baik.
  • Simpan makanan manusia, makanan hewan peliharaan dan benih burung dalam wadah tertutup.
  • Simpan sampah di dalam kaleng yang tertutup rapat.
  • Memperbaiki layar jendela dan memastikan cuaca buruk di bawah semua pintu.

Ada beberapa fakta tentang hantavirus:

  • Jika tikus dengan yang terinfeksi virus menggigit seseorang, maka orang yang digigit punya potensi tertular hantavirus.
  • Orang dapat tertular hantavirus jika mereka menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi dengan urin tikus, kotoran, atau air liur, dan kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka.
  • Orang bisa jatuh sakit jika mereka makan makanan yang terkontaminasi oleh urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Siapa pun yang bersentuhan dengan tikus yang membawa hantavirus berisiko terkena HPS. Infestasi hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi risiko utama paparan hantavirus. Bahkan orang sehat pun berisiko terkena infeksi HPS jika terpapar virus.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *