Waspada! Wabah Nyamuk Aedes Aegypti Menyerang Indonesia

Musim hujan yang melanda beberapa daerah di Indonesia membuat populasi nyamuk semakin banyak. Genangan air yang ditimbulkan menjadi tempat yang menyenangkan bagi nyamuk untuk berkembang biak. Tak hanya nyamuk  biasa yang berkembang biak, populasi jenis nyamuk Aedes Aigypty penyebab demam berdarah juga meningkat pesat.

Hal ini membuat dampak negatif bagi masyarakat pasalnya meningkatnya perkembangan nyamuk Aedes Aegypti menimbulkan wabah demam berdarah di beberapa daerah di Indonesia. Dampak wabah demam berdarah membuat ratusan korban berjatuhan.

Di Jakarta misalnya wabah demam berdarah semakin meluas, dikutip dari laman kompas.com,
Pasien demam berdarah dengue ( DBD) di DKI Jakarta tercatat mencapai 878 jiwa hingga Senin (4/2/2019).

Jumlah ini bertambah dibandingkan penderita DBD periode Januari 2019, yakni 813 pasien.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, warga yang paling banyak terjangkit DBD berada di Jakarta Selatan.

Karena jumlah penderita semakin meningkat Pemprov DKI menggratiskan perawatan pasien demam berdarah di semua RSUD di Jakarta.

Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 1 Januari hingga 3 Februari 2019 penderita demam berdarah di Indonesia mencapai 16.692 dan 169 orang meninggal dunia.

Sementara itu pada 31 Januri 2019 lalu, jumlah penderita masih berjumlah 15.132 orang dan 145 korban meninggal dunia.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi untuk tetap siaga menghadapi kasus DBD. Melalui surat edaran tersebut, setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *