7 Cara Cerdas Merawat Bunga Aglaonema

Kebun Bunga AglaonemaTanaman yang sehat memerlukan nutrisi yang baik untuk pertumbahan daun dan bunga, seperti pemberian pupuk dan hormon. Beberapa hormon antara lain : Retardan / paclobutrazol dengan merek dagang Cultar berfungsi untuk merangsang pertumbuhan anakan, Sitokinin dengan merek dagang Novelgro berfungsi merangsang munculnya tunas, Giberelin /GA3 dengan merek dagang (ProGib) memicu pembungaan, membesarkan sel dan memecah dormansi, Auksin dengan merek dagang Rootone-F berfungsi merangsang tumbuhnya akar setekan, memperpanjang sel, dan membantu penyerbukan.

Baca juga:

Bisnis Menjanjikan Budidaya Aglaonema di Indonesia

Pusat Pembibitan dan Suplier Aglonema Terbesar di Indonesia

Berikut ini beberapa tips cara mengatasi masalah yang sering dihadapi saat budidaya tanaman hias Aglaonema;

Daun keriput
Bila daun Aglaonema, terutama donna Carmen keriput, itu tanda serangan virus. Ia sejenis dengan virus pada tomat, tetapi tidak mematikan. Serangannya hanya membuat daun keriting sehingga penampilan rusak. Penyakit itu menyebar ke tanaman lain lewat pisau setek yang tidak steril. Supaya tidak menyebar, musnahkan tanaman terserang. Upaya lain, sterilkan pisau sebelum memisahkan anakan.

Daun terbakar
Daun terbakar ditandai warna kekuningan dipermukaan. Bila dibiarkan daun jadi cokelat kuning dan akhirnya bolong. Idealnya anggota kerabat Araceae itu hanya menerima sinar matahari 40%. Oleh karena itu, pasang naungan 60% di areal terbuka. Kelebihan sinar, meski tidak sampai membakar daun, juga bisa menyebabkan warna kusam.

Batang busuk
Kondisi ini terjadi lantaran tanaman terlalu banyak disiram, sementara media tanam padat sehingga air tertahan di pot. Akibatnya daun memucat dan kusam. Untuk mengatasi ganti media tanam dengan yang lebih porous. Kurangi frekuensi penyiraman pada musim hujan menjadi 2-3 kali seminggu.

Mengkilapkan daun
Daun mengkilap tanda tanaman sehat. Sebaliknya kusam berarti kesehatan terganggu. Agar aglaonema tampak prima, semprotkan leaf shine ke permukaan daun lalu lap dengan kapas atau kertas tisu halus hingga cairan merata.

Pucuk mengecil
Daun muda aglaonema kerap mengecil sehingga keindahannya berkurang. Penyebabnya antara lain terbentuk bunga. Bila tidak ingin dijadikan buah, buang saja bunga itu karena menyerap banyak energi. Pemupukan dengan dosis P dan K tinggi merangsang tanaman rajin berbunga. Untuk itu ganti pupuk dengan memilih kombinasi N lebih tinggi di bandingkan P dan K.

Penyebab lain, terjadi kerusakan pada akar akibat serangan hama atau penyakit, seperti pythium. Untuk mengetahui penyebabnya, bongkar tanaman dari pot. Buang akar rusak dan oleskanzat perangsang akar, missal Auxin dan Root on.

Akar cepat tumbuh
Menyatek aglaonema berisiko tinggi. Bila salah penanganan, alih-alih dapat tanaman baru, justru induk yang mati. Agar aman, sebelum dipotong diusahakan batang itu menghasilkan akar. Caranya, ambil gelas plastic bekas minuman lalu potong dua. Bagian atas dipasang (dikalungkan) di pangkal batang. Masukkan media ke dalamnya hingga penuh. Setelan 2-4 minggu, tanaman telah berakar. Batang siap dipotong. Tanam potongan itu seperti individu baru.Sedangkan bonggol batang memunculkan tunas baru dalam 2-4 minggu. Induk dan anak pun selamat.

Kelambu aglaonema
Meski resikonya besar, pekebun di Thailand tetap memperbanyan aglaonema dengan cara setek. Untuk mengurangi risiko kematian ada triknya. Siram media tanam hingga jenuh. Setaelah itu masukan dalam kantong plastic bening yang cukup besar untuk memuat pot. Ikat mulut kantong agar uap air tidak keluar. Kelembapan tinggi dan hawa panas merangsang setek mengeluarkan pucuk dan akar baru. Setelah 40 hari, bibit dikeluarkan dari kelambu. Saat itu akar dan daun baru sudah terbentuk sempurna.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *