Cara Budidaya Kelapa Sawit Unggul dan Berbuah Banyak

Komoditas kelapa sawit memegang peranan yang cukup strategis. Disamping itu, minyak sawit merupakan bahan baku minyak utama minyak goreng yang banyak di pakai di seluruh dunia, sehingga secara terus menerus dapat menjaga stabilitas harga minyak sawit.  Bahan tanaman memiliki peranan yang sangat besar di dalam keberhasilan perkebunan kelapa sawit.

  1. Bahan Tanaman Unggul (legitimate) Bahan tanaman yang digunakan harus dapat dipastikan berasal dari pusat sumber benih yang telah memiliki legalitas dari Pemerintah dan mempunyai reputasi baik, seperti Pusat Penelitan Kelapa Sawit (PPKS), PT. Socfindo, PT. PP London Sumatera Indonesia, PT. Bina Sawit Makmur, PT. Tunggal Yunus Estate, PT. Dami Mas Sejahtera,
    PT. Bakti Tani Nusantara, PT. Tania Selatan, PT. Sarana Inti Prasaran, PT. Sarana Ehsan Mekar Sari. Bahan tanaman yang dianjurkan merupakan hasil persilangan antara Dura Deli x Pisifera.
  2. Bahan Tanaman Tidak Unggul (Illegitimate) Dampak Penggunaan bahan tanaman tidak unggul yaitu :
    a. Produktivitas rendah, tingkat produksi TBS maksimum hanya 50%, dan rendemen CPO maksimum 18%.
    b. Kebun tidak dapat menopang kehidupan petani sehingga tidak dapat mengembalikan kredit.
    c. PKS berpotensi bekerja di bawah kapasitas sehingga biaya olah tinggi.
    d. Merusak mesin pengolahan (Light Tenera Duct Separator dan Nut Cracker), Rendemen CPO dan Inti rendah.

Masalah lain yang dihadapi oleh pekebun kelapa sawit adalah sulitnya mendapatkan benih kelapa sawit unggul sehingga banyak yang beralih kepada benih kelapa sawit asalan atau palsu. Padahal pekebun kelapa sawit sudah tahu apa akibat yang akan didapatkan jika mereka menggunakan benih kelapa sawit asalan.

Penggunaan benih kelapa sawit palsu akan mendapatkan kerugian diantaranya :

  1. Benih palsu akan menghasilkan kontaminasi dura sehingga akan mengurangi produksi TBS dan CPO,
  2. Benih palsu akan mengurangi kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dan biaya yang dikeluarkan sia-sia,
  3.  Akan timbul akses konflik antara pekebun kelapa sawit dan kebun pemasok TBS,
  4. Pelanggaran UU Np. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan UU No. 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman,
  5. Produktivitas rendah, tingkat produksi TBS hanya 50%, rendemen CPO maksimal 18%,
  6. Merusak mesin pengolah rendemen CPO,
  7. Mengambil pangsa pasar,
  8. Merusak citra produsen benih resmi,
  9. Penurunan tingkat produksi CPO secara nasional,
  10. Sumberdaya alam, SDM dan modal tidak termanfaatkan secara optimal.

Gunakan Bibit Unggul

  1. Bibit sawit unggul memiliki mata tunas berwarna putih bersih.
  2. Bibit sawit unggul memiliki anak daun yang melebar dan tidak kusut/menggulung.
  3. Bibit sawit unggul memiliki tempurung yang berwarna hitam gelap.
  4. Akar pada bibit sawit unggul yaitu memiliki panjang 2 sampai 3cm.
  5. Kondisi batang bibit sawit unggul yaitu memiliki ukuran yang pendek dan gemuk.

Setelah bibit sawit ditanam 3 proses pemeliharaan pada budidaya kelapa sawit, yaitu :

  1. Penyulaman dan penjarangan, Bibit yang tumbuh tidak normal, terkena penyakit harus disulam.
  2. Penyilangan dengan membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit.
  3. Pemupukan kelapa sawit dilakukan sesuai umur.
  4. Pengendalian Hama Penyakit Kelapa Sawit

Agar hasil budidaya kelapa sawit menjadi maksimal, harus segera membasmi dan mengendalikan hama penyakit seperti:

  • Ulat kantung dan ulat api menyerang bagian daun kelapa sawit. Serangan ulat ini dapat membuat daun berlubang hingga daun habis yang tersisa hanya tulang daun.

  • Hama Kumbang, Kumbang ini akan memakan daun muda yang mengakibatkan daun berbentuk seperti segitiga pada saat dewasa.

  • Hama Tikus, menyerang budidaya kelapa sawit yaitu tikus pohon (Rattus tiomanicus). Tikus akan membuat lubang pada buah yang telah masak.

Penyakit Kelapa Sawit

  • Penyakit akar atau Blast disease disebabkan oleh cendawan / jamur Rizoctonia lamellifera dan Phytium sp.
  • Penyakit Busuk pangkal batang atau Ganoderma disebakan oleh jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidu, dan Ganoderma pseudofferum. Penyakit ini menyerang pangkal batang tanaman kelapa sawit yang dapat membuat membusuk dan lunak.

Silahkan anda coba satu demi satu Dengan mempraktekan metode diatas, budidaya kelapa sawit anda mudah-mudahan akan tumbuh subur dan berbuah banyak

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *