Rab. Agu 5th, 2020

Ngopi88.com

Rangkuman Trending Topik Indonesia Terbaru

Hasilkan Banyak Cuan Dengan Budidaya Jamur Susu Harimau

2 min read

Jamur susu harimau atau yang memiliki nama latin Lignosus rhinoceros ini bisa ditemukan dikawasan Asia seperti di Thailand, Tiongkok, Filipina, Malaysia, Papua Nugini dan di Indonesia. Jenis jamur ini terbilang jamur yang cukup langka. Meski begitu sebenarnya jenis jamur ini memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan.

Dilansir dari laman bkppky.org, Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Imam Jayadi memaparkan data dari IQFast (Indonesia Quarantine Full Automation System), bahwa selama periode Januari hingga Agustus 2019 tercatat sebanyak 31 kali pengiriman jamur susu harimau dengan volume 34,5 ton diekspor ke empat negara. Masing-masing adalah Hongkong, Vietnam, Malaysia, dan Cina dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,4 miliar.

Sementara pada periode yang sama di tahun 2018, komoditas ini diekspor dengan volume 5,502 ton atau setara dengan Rp 385,1 juta dengan tujuan 4 negara yang sama. Meningkat lebih dari 5 kali, tambah Imam.

Cara Budidaya Jamur Susu Harimau

Persiapan bibit
Bibit adalah penentu dari perkembangan jamur ini nantinya. Nah, untuk mendapatkan bibit inipun juga tidak mudah karena belum terlalu komersial dan masih jarang dibudiayakan oleh para petani Indonesia.

Jika Anda tengah mencari bibit jamur ini, maka pastikan dulu jika Anda akan mendapatkan bibit yang berkualitas dan unggul dari segi hasil panen maupun dari kualitas produknya. Yang perlu diketahui disini, bagian dari jamur susu harimau yang bisa dimanfaatkan untuk obat adalah bagian dari akarnya yang membentuk layaknya umbi. Jadi pastikan ketika Anda memilih jamur, cek lah bagian umbinya. Tanyakan kualitas umbi dan juga ukurannya.

Persiapan lokasi tanam
Untuk menanam jenis jamur ini, Anda bisa menggunakan metode kumbung jamur. Ruangan yang akan digunakan sebagai kumbung jamur ini haruslah dilengkapi dengan pendingin udara serta pengatur suhu kelembaban yang sesuai dengan habitat aslinya.

Proses penanaman
Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka proses penanaman sebaiknya dilakukan apda ruangan yang bersih, steril dan jauh dari beragam resiko kontaminasi. Hal ini tujuannya jelas yakni untuk meminimalisir bibit jamur yang terkontaminasi.

Sebelum Anda melakukan penanaman, perhatikan pula kebersihan dari perlengkapan hingga pakaian yang Anda kenakan. Jangan lupa pula untuk membersihkan tangan menggunakan sabun. Nah, untuk mematikan bakteri sebaiknya semprotkan 70% alkohol pada tangan dan sumber kontaminasi lainnya.

Media tanam yang digunakan untuk menanam jamur ini antara lain bekatul 10-15%, kaoput 1-2%, biji-bijian 1-5% serta serbuk kayu sebanyak 70%. Sebelum digunakan sebagai media tanam, pastikan untuk mensterilisasinya terlebih dulu. Setelah itu barulah baglog bisa ditanami.

Perawatan
Perawatannya bisa denga menyiramkan air menggunakan selang. Penyiraman dilakukan di bagian atap dan juga dasar lantai sehingga kelembaban bisa terjaga. Lakukan penyiraman rutin dua kali sehari menggunakan air bersih. Nah, jika suhu dan kelembaban udara sekitar menurun maka intensitas penyiraman bisa dilakukan lebih sering.

Panen
Panen jamur susu harimau bisa dilakukan kisaran 3-4 bulan. Ketika ini umumnya umbi sudah memiliki bentuk yang maksimal dan dalam kualitas terbaik pula. Nah, setelah dipanen nantinya baglog harus diganti atau diperbaharua dengan yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *