Sejarah Kopi di Nusantara Dari Masa Ke Masa

Kopi merupakan salah satu komoditas yang dibudidayakan lebih dari 50 negara di Dunia. Indonesia salah satunya, sebagai negara eksportir terbesar keempat dan penghasil biji kopi terbaik di Dunia kopi tak lagi sekedar minuman, namun sudah menjadi tradisi.  Hadirnya kopi di Indonesia melewati sejarah panjang. Jenis kopi yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah Kopi Arabika (Coffea arabica) yang dibawa oleh Komandan Belanda Adriaan van Ommen dari Malabar – India – ke (Batavia). Kopi arabika dan robusta menjadi kopi yang paling banyak ditanam. Saat ini hampir seluruh wilayah di Indonesia mempunyai kopi dengan cita rasa yang berbeda-beda.

Sejarah Kopi di Indonesia

1696
Sejarah tanaman kopi masuk ke Indonesia dimulai dari sini. Adriaan van Ommen diutus Pemerintah kolonial Belanda di Malabar untuk mengirimkan bibit kopi arabika  ke Batavia. Namun, Bibit generasi pertama gagal tumbuh akibat banjir yang melanda Batavia saat itu.

1699
Pemerintah kolonial Belanda kembali mengirimkan bibit kopi arabika untuk ditanam di Indonesia. Bibit kopi berhasil tumbuh di sekitar Kampung Melayu, Bidaracina, Meester Cornekis, Palmerah, Sukabumi, serta Sudimara di Priangan Barat.

1706
Tanaman kopi hasil percobaan penanaman di dekat Batavia tiba di Amsterdam. Tanaman ini menjadi
cikal bakal sebagian besar pohon kopi di Hindia Barat dan Amerika.

1711
Ekspor pertama kopi dari Jawa ke Eropa, melalui pelabuhan Sunda Kelapa sebanyak 1 ton.
Harga jual di Amsterdam 3 gulden per kilogram. Bandingkan pendapatan tahunan Belanda pada
abad ke-18 yang hanya 200-400 gulden.

1720
Jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Amsterdam meningkat tajam dari sebelumnya hanya 1 ton menjadi 5.3 ton. Saat itu kopi asal Indonesia mulai banyak dikenal.

1724
Kopi asal Jawa sudah mendominasi pasar  di Amsterdam. Kopi asal Indonesia banyak disukai masyarakat. Saat itu pemenrintah kolonial Belanda sanggup menjual hampir 700 ton kopi dari Jawa.

1750
Belanda mulai membudidayakan kopi arabika yang sukses tumbuh di Jawa ke Pulau Sulawesi.

1808-1811
Masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels mewajibkan setiap satu kepala keluarga
menanam 1.000 pohon kopi di tanah milik desa. Setiap panen, 2/5 bagiannya wajib disetor ke pemerintah, dalam keadaan bersih dan sudah disortir.

1832
Sistem tanam paksa mulai diterapkan di Jawa. Pemerintah Hindia Belanda membuat kontrak dengan para bupati
yang berisi kewajiban mengirimkan kopi dan kewajiban penduduk menanam 4/5 lahan dengan kopi.

1835
Perkebunan kopi swasta pertama mulai dibuka di Jawa dan Sumatera.

1860
Pemerintah kolonial Belanda membuka perkebunan kopi di Ijen Plateau, Jawa Timur.

1875
Hindia Belanda meluaskan area penanaman kopi arabika di Sumatera, Bali, Sulawesi dan Timor.

1876
Hama karat daun (Hemileia vastatrix) merusak hampir seluruh perkebunan kopi di Indonesia.

1888
Kopi ditanam pertama kali di dataran tinggi Sumatera Utara, dekat Danau Toba.

1900
Kopi robusta (Ccanephora var robusta) dibawa Belanda dari Kongo untuk ditanam di Jawa Timur
sebagai pengganti tanaman yang terkena hama.

1915
Robusta mulai diperkenalkan kepada petani kecil di Kerinci.

1920
Robusta menyebar dengan cepat di Sumatera bagian selatan dan Jumlah produksinya
mengalahkan Jawa hingga saat ini.

1960
Luas perkebunan kopi di Indonesia secara betahap terus berkurang lantaran petani
beralih menanam kelapa sawit, karet, dan kakao yang memberikan pendapatan lebih tinggi
di pasar Internasional.

2002
Starbucks hadir di Indonesia, menandai tumbuhnya budaya baru.
Kehadiran starbucks disusul dengan bermunculannya kedai – kedai serupa.

2017
Dari 300 jenis kopi yang ada di Indonesia, baru 21 jenis yang mendapatkan sertifikat Indokasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual, Kemenkum dan Ham. Kopi tersebut antara lain Arabika Gayo, Sumatera Arabika Simalungun Utara, Robusta Lampung, Arabika Flores Bajawa, Robusta Empat Lawan, dan Robusta Temanggung.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *