Alex Kawilarang Pendiri Pasukan Khusus di Indonesia


Alex Evert Kawilarang dikenal sebagai panglima yang pernah menampar Letkol. Soeharto yang saat itu merupakan aib seorang bawahannya.
Pada tahun 1950-an, sebagai Panglima Wirabuana, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa suasana di Makassar sudah terjamin. Tapi Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah mendiami Makassar.

Ternyata Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke lapangan udara Mandai.

Mendengar radiogram tersebut, Kawilarang yang berpangkat Kolonel, memutuskan segera kembali ke Makassar. Ketika itu ia dikabarkan marah besar. Setibanya di Lapangan Udara Mandai, ia langsung memarahi Komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto, sambil menamparnya.

“Sirkus apa-apaan nih?” kata Kolonel Alex sambil menampar pipi Letkol Soeharto.

Namun, ternyata ada sebuah klarifikasi yang diberikan oleh Panglima Alex. Lewat sebuah wawancara, ia bersaksi bahwa kejadian sebenarnya adalah Letkol Soeharto yang menampar Letnan Parman karena diingatkan atas kesalahannya yaitu rencana penyelundupan beberapa mobil hasil rampasan. Bukannya merasa bersalah, Letkol Soeharto malah menampar Letnan Parman.

Membentuk Pasukan Khusus

Dilansir dari laman Tirto.id, Setelah RMS berhasil ditumpas, Alex kembali ke Jawa dan pada November 1951 ditunjuk menjadi Panglima Komando Tentara dan Teritorium III Siliwangi. Di masa itulah, ia merintis Kesatuan Komando III (Kesko III) Siliwangi—cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 16 April 1952. Berdasarkan pengalaman buruk semasa di Ambon, Alex berkeinginan membentuk pasukan elit gerak cepat dengan pelbagai kemampuan. “Saya mengusulkan Mohammad Idjon Janbi, agar ia suka menjadi pelatihnya. Ternyata dia terima ajakan kami,” kata Alex di buku A.E. Kawilarang: untuk Sang Merah Putih (1988). Alex juga menunjuk Idjon Djanbi sebagai Komandan Kesatuan Komando III. Idjon Djanbi adalah mantan anggota Korps Speciale Troepen KNIL, kesatuan elit KNIL. Alex pula yang menempatkan Kesko III di Batujajar. Uji coba pertama pasukan ini adalah menumpas DI/TII. Kesko III menunjukan keberhasilannya mengikis kekuatan DI.

Kolonel (Pur) AE Kawilarang mendapat baret merah dan pisau komando serta diangkat sebagai warga kehormatan Kopassus dalam sebuah upacara resmi pada tanggal 15 April 1999, sehari sebelum HUT Kopassus ke-47.
Penganugerahan tersebut disematkan langsung Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus saat itu, Mayjen TNI Syahrir MS di Markas Komando Kopassus di Cijantung, Jakarta.

Setahun setelah itu, Alex meninggal saat berusia 80 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, Jakarta pada tanggal 6 Juni 2000. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *