Egianus Kogoya Dalang Pembantaian 31 Pekerja di Papua

31 pekerja PT Istaka Karya (Persero) proyek jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tewas dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Pemicu kejadian ini dimulai pada hari minggu 2 Desember 2018, saat mereka melaksanakan upacara ulang tahun kemerdekaannya. 1 Desember bagi kelompok ini dipandang sebagai Hari Kemerdekaan Papua, hari pendeklarasian kebebasan dari penjajahan Belanda pada tahun 1961.

Beberapa pekerja ikut menonton dan mengambil foto kegiatan tersebut sehingga membuat mereka marah, kemudian mereka membantai pekerja yang ada disana.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Egianus Kogoya awalnya membunuh 24 orang, sedangkan 8 orang melarikan diri dan bersembunyi dirumah warga. Namun, Kelompok Kriminal Bersenjata  mendatangi rumah tersebut dan mengeksekusi 7 orang dengan cara ditembak mati. Sementara satu orang belum diketahui keberadaannya. Tak hanya membunuh 31 pekerja proyek Trans Papua, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga menyerbu pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua dan mengakibatkan seorang anggota TNI
meninggal dunia dan seorang lagi luka-luka terkena serpihan peluru.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI turun langsung ke Kabupaten Nduga, Papua, pasca-pembantaian 31 pekerja proyek jembatan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji para pelaku akan segera ditangkap. Tim Gabungan TNI dan Polri dibentuk dan langsung memburu kelompok bersejata ini.

Empat pekerja berhasil lolos dari sergapan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Keempat pekerja tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri.

Proyek pembangunan di Papua memang sulit. Selain medan yang ekstrim, gangguan keamanan dari kelompok bersenjata juga menjadi ancaman.
Egianus Kogoya memang sudah lama menjadi buruan TNI dan Polri. Ia banyak terlibat dalam serangkaian aksi penembakan, sebelumnya ia juga menjadi dalang penculikan 15 guru dan tenaga kesehatan yang disandera
selama 14 hari di Mapenduma.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *