Iran Dibalik Serangan Drone Ladang Minyak Arab Saudi

Amerika Serikat percaya bahwa serangan yang melumpuhkan fasilitas minyak Arab Saudi akhir pekan lalu berasal dari Iran. Iran membantah terlibat dalam serangan itu. Sekutu Iran dalam perang saudara Yaman, gerakan Houthi, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Arab Saudi telah meminta para pakar internasional untuk bergabung dalam penyelidikannya, yang mengindikasikan serangan itu tidak datang dari Yaman, kata kementerian luar negeri Saudi.

Salah satu dari tiga pejabat AS menyatakan keyakinannya bahwa bukti forensik yang dimiliki Arab saudi akan menunjukkan dari mana serangan ini berasal.”

Sebuah tim AS membantu Arab Saudi mengevaluasi bukti dari serangan itu, yang menghantam fasilitas penting perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais sehingga memangkas produksi minyak Saudi hingga 50 persen.

Arab Saudi memastikan adanya bukti keterlibatan Iran dalam penyerangan ladang minyak Saudi Aramco. Arab Saudi menyebutkan serangan besar-besaran itu, dilakukan dengan 25 pesawat nirawak dan rudal jelajah.

Amnesty International pada hari Senin memperingatkan AS agar tidak mengambil tindakan militer dalam menanggapi serangan terhadap fasilitas minyak Saudi yang katanya hanya memperburuk ketidakstabilan dan penderitaan lebih lanjut di wilayah tersebut.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree telah memperingatkan orang asing untuk tidak memasuki fasilitas Aramco Saudi yang diserang oleh kelompok Houthi pada hari Sabtu, mengatakan bahwa mereka dapat menargetkan mereka lagi.

Harga minyak melonjak pada hari Senin setelah serangan terhadap fasilitas minyak mentah di Arab Saudi memicu kekhawatiran atas dampak guncangan minyak pada pertumbuhan ekonomi. Harga minyak melonjak hampir 20% pada satu titik pada hari Senin.

Putin menawarkan untuk membantu Arab Saudi melindungi rakyatnya dan infrastruktur minyak dengan menjual sistem pertahanan udara Rusia, dengan mengatakan: “Sistem semacam ini mampu mempertahankan segala jenis infrastruktur di Arab Saudi dari segala jenis serangan. ”

Arab Saudi belum menanggapi proposal Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Riyadh untuk membeli salah satu sistem pertahanan udara S-300 atau S-400, kata juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov kemarin.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *