Kebiri Kimia: Kemanusiaan VS Perlindungan Korban

Secara teknis, kebiri kimia dilakukan dengan memasukkan bahan kimia antiandrogen, baik melalui pil atau suntikan ke tubuh seseorang untuk memperlemah hormon testosteron . Tetapi masih belum jelas, bagaimana pengaruh kebiri kimia ini. Apakah seseorang yang telah dikebiri kimia akan kehilangan libido tetapi “barang” nya tetap bisa digunakan, atau “barang” nya yang dimatikan tetapi dia masih punya keinginan, atau justru keduanya, tak punya keinginan dan tak bisa digunakan. Namun, yang jelas kebiri kimia ini jelas akan membuat seseorang akan merasa tersiksa karena menjadi orang yang abnormal.

Kebiri kimia sering dianggap sebagai alternatif bagi hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati, karena pelaku kejahatan seksual bisa dibebaskan dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan kesempatan bagi mereka untuk melakukan kejahatan yang sama.

Pemberian hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual anak berakar dari kasus pemerkosaan di Bengkulu pada 2016, di mana korban yakni Y (14), diperkosa oleh 14 laki-laki yang kemudian menghabisi nyawanya. Bukan hanya itu, kejadian lainnya juga ada di Lampung Timur, seorang gadis berusia 10 tahun menjadi korban pemerkosaan dan ditemukan tidak bernyawa.

Rentetan kasus kekerasan seksual pada anak membuat Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Perppu ini ditandatangani Presiden pada Mei 2016, lalu disahkan DPR menjadi Undang-Undang pada Oktober 2016.

Pro kontra kasus ini nampaknya akan terus berlanjut, karena memang ada efek positif dan negatif yang akan terjadi paska eksekusi kebiri kimia ini. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak melakukan eksekusi kebiri kimia karena melanggar kode etik kedokteran. Komnas HAM pun angkat suara terkait isu ini dan menolak tindakan kebiri kimia yang akan diberikan kepada pelaku kejahatan seksual, karena dianggap telah melanggar hak asasi seseorang. Namun Komnas HAM lupa, semua tindakan hukuman sejatinya memang melanggar hak asasi.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *