Sejarah Dahsyatnya Letusan Gunung Toba

Selain memiliki keindahan alam yang sangat memukau, Danau Toba juga menyimpan kekayaan alam yang sangat banyak.
Tak heran jika Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Sumatera Utara.
Danau air tawar terbesar di Asia Tenggara ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terbentuk akibat letusan api purba bernama Gunung Toba.

Dibalik kecantikan alamnya yang memukau, danau toba menyimpan raksasa tidur dibawahnya. Ya, tepat dibawah kaldera danau toba adalah gunung api purba yang pernah meletus sekitar 74.000 tahun lalu. Gunung Api ini yang bertanggung jawab atas hampir punahnya umat manusia pada waktu itu dan gunung api ini juga bertanggung jawab atas suhu ekstrem bumi selama 6 tahun.

Sejarah mencatat letusan gunung api purba Toba menjadi letusan paling mematikan. Kerusakan yang ditimbulkannya dahsyat dan sangat luas. Letusan Gunung Api Purba Toba masuk kedalam kategori 8 di Volcanic Explosivity Index.

Toba adalah letusan terbesar di Bumi dalam dua juta tahun terakhir,” kata Gene Smith , seorang ahli geologi di University of Nevada Las Vegas. Dikutip dari laman nasionalgeographic.com

Letusan gunung api purba Toba memuntahkan 2.500 kilometer kubik lava. Setara dua kali volume Gunung Everest. Erupsinya 5.000 kali lebih mengerikan dari letusan Gunung St Helens pada 1980 di Amerika Serikat. Gas dan partikel masuk ke atmosfer dari ledakan yang menghalangi Matahari, menjerumuskan planet ke musim dingin yang dalam yang berlangsung bertahun-tahun.

Perbandingan Volume Lava Gunung Purba Toba

Dengan sedikitnya sinar matahari yang masuk ke bumi membuat banyak tanaman mati. Beberapa ilmuwan berpikir ini memicu efek domino yang mendorong manusia ke jurang kepunahan , membunuh ribuan batang, dan menciptakan “kemacetan genetik”.

Toba Supervolcano, 70,000 Years Ago.

Namun, baru-baru ini para ilmuwan telah menyarankan bahwa Toba tidak mempengaruhi jalannya sejarah manusia seperti yang diperkirakan sebelumnya. Misalnya, artefak prasejarah yang ditemukan di India dan berasal dari setelah letusan mengisyaratkan bahwa orang-orang diatasi dengan cukup baik dengan efek dari letusan.

Sekarang para peneliti telah menemukan bahwa bukti menunjukkan Toba tidak benar-benar menyebabkan musim dingin vulkanik di Afrika Timur di mana manusia tinggal.

“Kami telah dapat menunjukkan bahwa letusan gunung berapi terbesar dalam dua juta tahun terakhir tidak secara signifikan mengubah iklim Afrika Timur,” kata peneliti Christine Lane, ahli geologi di University of Oxford.

Penelitian terus dilakukan untuk mengungkap misteri tersebut. Pertanyaannya, apakah bahaya Gunung Toba sudah lewat atau jangan-jangan ia adalah ‘raksasa tidur’ yang menunggu untuk bangun? Para peneliti memprediksi, erupsi dahsyat Danau Toba berpotensi terjadi lagi.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, sebuah tim ilmuwan internasional membuat model yang menunjukkan bagaimana magma berkumpul di bawah kaldera–kawah di mana Danau Toba berlokasi. Para peneliti menggunakan data seismik untuk melacak sistem saluran Toba. Hasilnya, mereka memperoleh saluran rumit dengan magma yang bergerak naik melalui tingkat tertentu.

Dapur Magma Dibawah Danau Toba

Tim tersebut juga melacak magma hingga kedalaman 150 km. Pada tingkat tersebut, sejumlah besar unsur-unsur kimia atmosfer, dikenal sebagai volatil, dihasilkan di subduksi–batas antar lempeng yang bersifat konvergen.
Mereka kemudian bergerak ke atas dan mencair, berkumpul di dasar kerak dan menciptakan waduk magma seluas 50.000 kilometer kubik dengan kedalaman 75 kilometer.

Proses tersebut terus berulang untuk membentuk kerak waduk dangkal yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya letusan dahsyat.
Sistem tersebut mirip dengan yang ditemukan di supervolcano Yellowstone di Amerika Serikat. Peneliti mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa waduk magma yang luas dan padat di bawah kerak Bumi, merupakan mekanisme kunci penyebab letusan dahsyat.

Letak Indonesia memang berada diatas kawasan cincin api pasifik (Ring Of Fire), tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik utama dunia, yang ditandai oleh ratusan gunung berapi, yang secara bergiliran akan meletus dari waktu ke waktu.

Letusan Gunung Toba menjadi awal dari bangkitnya letusan dahsyat gunung-gunung berapi di Indonesia, dalam sejarahnya pada tahun 1816, abu dari letusan Gunung Tambora di Indonesia menghapus sinar matahari dan menyebabkan ” tahun tanpa musim panas “. Pada tahun 1833 letusan besar Krakatau di Indonesia, menurunkan suhu musim panas di seluruh dunia dan mengganggu pola cuaca selama bertahun-tahun.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *