Kriminalisasi Ulama, Bahar bin Smith ditahan Polisi

Penceramah Habib Bahar bin Smith diperiksa Polisi terkait kasus dugaan penganiayaan kepada dua orang anak yang salah satunya masih dibawah umur. Bahar bin Smith diperiksa cukup lama sekitar 8 jam oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Ia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan dan sementara langsung ditahan di Rumah tahanan Mapolda Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penahanan ini dilakukan karena Adanya informasi tersangka akan melarikan diri.

Berdasarkan informasi tim penyidik di lapangan, Habib Bahar telah menggunakan alat komunikasi dan memakai nama inisial Rizal.

Dikutip dari laman tempo.co, Bahar bin Smith sebelumnya dilaporkan ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor pada 5 Desember 2018. Dalam laporan itu, Bahar bersama beberapa orang lainnya diduga melakukan tindakan kekerasan di muka umum terhadap dua orang yang salah satunya merupakan anak di bawah umur.

Kasus penganiayaan diduga terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akibat ulahnya, kedua remaja tersebut mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bahar bin Smith membantah telah melakukan penganiayaan, ia berdalih mengajak kedua orang tersebut berlatih bela diri di lapangan.

Penetapan Habib Bahar sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik. Selain Bahar, polisi juga menetapkan lima orang suruhannya sebagai tersangka. Dua dari lima orang suruhannya, yakni AG dan BA ditahan di Mapolres Bogor.

Ia dijerat Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara antara lima tahun hingga maksimal 12 tahun.

Sebelumnya pada tanggal 06 Desember 2018 Habib Bahar bin Smith juga diperiksa Polisi terkait kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo. Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian. Isi ceramahnya dinilai menghina Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan viral di media sosial.

Kabar penahanan Habib Bahar bin Smith dengan cepat menyebar, berbagai isu mulai bermunculan. Sebelumnya Video penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar beredar di media sosial dan menjadi perbincangan netizen.

Berbagai reaksi netizen terkait video ini pun dicurahkan, ada yang pro dan ada yang kontra.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon ikut berkomentar terkait penahanan Habib Bahar bin Smith. Fadli menilai Polisi sudah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Bahar bin Smith memang kontroversial, ia banyak terlibat beberapa kasus lainya sejak tahun 2010. Dikutip dari laman tribunnews sejumlah kasus pernah menyeret nama Bahar bin Smith.

Berikut ini beberapa kasus yang menyeret namanya,
1. Terlibat dalam kerusuhan di Makam Mbah Priok (2010)
Pada April 2010 terjadi kerusuhan yang terjadi di Koja, Jakarta Utara. Kerusuhan tersebut terjadi karena dipicu adanya rencana eksekusi tanah Makam Mbah Priok yang ada di dalam area Terminal Peti Kemas Tanjung Priok oleh Pemerintah DKI Jakarta.
2. Terlibat aksi penyerangan Jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Lama (2010)
Habib Bahar mengakui ia pernah memimpin penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Lama.
3. aksi sweeping di Kafe De Most yang berujung peruisakan pada 2012 silam.
100 orang dilaporkan menyerang dan merusak Kafe De Most di Jalan RC Veteran, Bintaro, Pesangrahan, Jakarta Selatan.

Jadi benarkah penahanan Habib Bahar bin Smith adalah Kriminalisasi Ulama? atau murni tindakan kekerasan? Silahkan anda nilai sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *