Penampakan Hujan Meteor Eta Aquarids 2019

Hujan meteor ini bisa disaksikan semua penduduk Bumi, baik yang ada di belahan langit utara maupun langit selatan. Namun, mereka yang berada di sekitar khatulistiwa dan belahan Bumi selatan akan memiliki pemandangan yang terbaik.  “Mereka yang berada di belahan Bumi utara, harus mengarahkan pandangannya lebih ke arah ufuk. Jumlah meteor yang bisa mereka saksikan juga lebih sedikit, namun meteor akan terlihat seperti goresan-goresan cahaya panjang hingga lebih mengesankan,” tulis Joe Rao di space.com.
Dilansir Mirror, Rabu, 1 Mei 2019, puncak hujan meteor tersebut akan terjadi pada 6 Mei. Intensitasnya sekitar 60 meteor setiap jam, yang dapat dilihat di belahan bumi selatan dan 30 meteor untuk bumi utara.

Hujan meteor ini terjadi lantaran debu dari komet Halley masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar membentuk garis-garis bercahaya di langit.
Kesempatan terbaik untuk melihat aktivitas hujan meteor ini adalah pada 7 Mei dini hari. Selain hujan meteor, bulan purnama juga akan terjadi di bulan Mei. Namun bukan bulan purnama biasa, melainkan dijuluki Blue Moon (Bulan Biru) yang bisa dilihat pada 18 Mei. Eta Aquarid adalah salah satu dari dua hujan meteor yang berhubungan dengan Komet 1p/Halley. Hujan meteor ini bisa terlihat dari tanggal 19 April sampai 28 Mei setiap tahunnya. Puncak dari hujan meteor ini ada di sekitar awal April, tepatnya tanggal 5. Frekuensi jatuhnya cukup banyak, namun berbeda di kedua belahan Bumi. Di utara terlihat sekitar 10-20 meteor perjam, sedangkan di selatan bisa sampai 40 meteor dalam satu jam. Namun tidak seperti hujan meteor lainnya, jumlah meteor yang jatuh pada saat puncaknya hanya lebih deras sedikit saja daripada hari yang lain.

Komet Halley terakhir kali terlihat di sistem tata surya kita pada tahun 1986. Saat ini komet itu sedang berada sangat jauh dari matahari, posisinya lebih jauh dari Neptunus. Tak lama lagi komet itu akan berputar dan mendekat kembali kepada matahari, hingga akhirnya akan bertemu lagi dengan Bumi di tahun 2061. Ketika semakin mendekati matahari nantinya, komet itu akan melepaskan partikel es dan debu ke ruang hampa udara. Proses terjadinya hujan meteor Eta Aquarid terkenal akan kecepatannya. Meteor-meteor ini berlari dalam kecepatan 66 km/detik menuju lapisan atmosfer bumi. Efek dari kecepatan itu adalah manusia bisa melihat ada jejak yang berkilauan yang bisa terlihat selama beberapa detik, dan kadang sampai beberapa menit.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *