Pesan Tersembunyi Dibalik Akun Nurhadi-Aldo

Pemilihan Presiden Indonesia semakin dekat. Persaingan antara pendukung Prabowo – Sandiaga Uno dengan Joko Widodo – Ma’aruf Amin semakin panas. Masyarakat Indonesia terus dipertontonkan  kompetisi yang tak mendidik dari politik identitas, ujaran kebencian, hingga kabar bohong atau hoax. Hal ini menimbulkan keresahan di Masyarakat, pasalnya efek yang ditimbulkan nyata terjadi.

Sebenarnya yang dinanti adalah adu program, gagasan dan solusi untuk Indonesia yang lebih baik. Namun, hal itu sepertinya sulit dilaksanakan di media sosial facebook, twitter, instagram dan youtube contohnya, setiap hari pengguna media sosial di Indonesia disuguhkan aksi bully, adu mulut antar politikus dan ujaran kebencian.

Berawal dari media sosial bisa merambat kedunia nyata seperti Aksi #2019GantiPresiden yang awalnya viral di twitter menjadi gerakan nyata di masyarakat. Bahkan gerakan ini sempat memicu ketegangan dan suasana semakin panas.

Selain itu banyak orang yang mengalami hal buruk akibat perbedaan pilihan politik ini seperti bermusuhan dengan teman, tetangga, bahkan keluarga.  Aksi duel pernah terjadi bahkan harus mengorbankan nyawa hanya demi momen 5 tahunan ini. Semboyan Bhineka Tunggal Ika sepertinya sudah tak berarti lagi. Indonesia sedang mengalami masa yang sulit, demokrasi di Negeri ini benar-benar sedang diuji.

Ditengah-tengah isu politik yang semakin panas muncul akun victim pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nurhadi – Aldo. Diusung oleh koalisi “Tronjal Tronjol Maha Asyik” pasangan ini dengan cepat jadi primadona di jagat maya. Konten-konten unik disampaikan lewat meme yang membuat masyarakat terhibur.

 

Nurhadi-Aldo sengaja diciptakan oleh sekelompok anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam di panggung politik Indonesia. Selain itu kemunculan Nurhadi-Aldo merupakan kritik bagi kubu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang belum mampu menyuguhkan kampanye berkualitas. Nurhadi-Aldo gencar ‘berkampanye’ di sosial mereka berharap Indonesia bisa tetap tertawa, meski ‘suhu’ politik memanas jelang pemilihan presiden 2019.

Saya ingin Indonesia tertawa, cukup saya yang ‘tegang’

Siapakah sebenarnya capres fiktif Nurhadi yang belakangan tenar di Facebook, Instagram, hingga Twitter itu ? Nurhadi ternyata berprofesi sebagai tukang pijat refleksi yang tinggal di salah satu kios di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif Nurhadi-Aldo berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Saking viralnya hampir semua media mengangkat berita soal Nurhadi – Aldo, Hal ini juga yang membuat Kompas TV tertarik mengundangnya ke Acara Rosi.

Awalnya perbincangan Rosi dengan sosok Bapak Nurhadi biasa saja tetapi Ada hal menarik dalam wawancara Rosi dengan Edwin (kreator Nurhadi-Aldo). Edwin menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari munculnya pasangan fiktif Nurhadi-Aldo adalah mendukung gerakan golongan putih (golput) alias tidak memilih salah satu paslon yang bertarung dalam pilpres. Edwin beserta kreator Nurhadi-Aldo lainnya, juga ingin tampil di “Panggung yang Lebih Besar”. Hmmm akankah ini akan menggoyahkan kelompok politik yang sudah mapan?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *